Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Agustus 2018

Keluarga dari Purwokerto (Liburan ke Pantai Ngobaran)

Sebelum saya menulis,  saya terlebih dahulu mengecek tulisan terakhir saya. Oh Alhamdulillah ternyata saya sudah menulis di tahun 2018 #koplak. Oh tahu kah Anda, bulan November saya akan mendapatkan satu keponakan lagi, yang artinya saya semakin tua (nangis lagi di pojokan). Lanjut...
Judul kali ini adalah “Keluarga dari Purwokerto”.

A: Kenapa keluarga dari Purwokerto? Emang elu ade darah jawa ape?
B: Kagak ada cuy, baunya aja kaga ada. Tapi muka udah mendukung (maklum bunglon, dimana aye tinggal di sana lah orang bilang gue mirip orang Jawa, Lampung, Palembang (eh ini ya bener dikit, asle komering), untung kagak dibilang orang ‘arab (kagak mungkin, peseek *ups).  Elu bilangnya ape jika selama saya di Purwokerto, itulah salah satu keluarga saya, selain keluarganya Mba Put. Thanks a lot to Purwokerto families.

Jauh jauh mereka dari Purwokerto niat silaturahim ke rumah (maksudnya ke Jogja). Niatnya liburan sekalian silaturahim. Thank you lagi buat kalian, dan akhirnya saya liburan yeay. Oh ya ‘kalian’ di sini adalah perkenalkan mba Owi, Tyas, Ijang, Sasa, dan Mas Adit.
Ijang sudah mengabarkan satu hari sebelumnya, bahwa mereka akan ke Jogja. Menantikan esok paginya. Saya belum mengubungi mereka. Sekitar jam 9 (sembilan), ada panggilan tak terjawab via wa “ijang” akhirnya saya telepon balik dan menanyakan apakah mereka jadi ke Jogja, tapi karena suara mesin air yang bunyi mulu. Akhirnya komunikasi diteruskan melalui wa.
Dan Yeay

Menjelang jumatan mereka sampai dari magelang, ternyata mba ow dan lainnya minap di magelang, tempat sodaranya mba ow . Selesai jumatan melanjutkan obralan obrolan kecil dan sesekali menikmati keseruan asian games (badminton) sambil menunggu sasa (adek ijang) yang datang dari Solo.  Sasa datang dan kami pun berangkat. Tujuan ke Pantai Ngobran. Tahukah Anda saya sempat juga mengepost jalan jalan ke Pantai Ngoboran dan Ngerenahan. Tak ada yang berubah, berubahnya adalaha di mana pantai bawah yang biasa buat menikmati foto-foto sekarang di tutupi ombak. Ombaknya lagi pasang.

Oke pamer foto dulu ceritanya.
Check it out

Ombaknya lagi pasang
Karangnya masih sama seperti yang dulu
Sore hari

Makan pop mie dan teh hangat dan setelah itu menikmati sunset dari tebing batu. Hasilnya Masya Allah.
Solat magrib balik ke Jogja bertemu dengan sepupu mba ow di Jogja yaitu Mas Didit. Jam menunjukkan pukul 8 (delapan) artinya perut harus mulai di isi. Akhirnya, kami memutuskan umtuk makan di festifal go food. Banyak pilihanya jadi bingung. Sekedar informasi  festifal go food hanya sampai tanggal 31 Agustus 2018. Oh ya sekedar informasi lagi pakai go pay di Gramedia dapat cashback 20.000 (mayan bukan) haha.
Setelah makanan habis, terjadi musyawarah kecil di keluarga mereka. Biasalah ini. Setelah selesai ke Jogja keluarga ini mau memutuskan untuk jalan-jalan kembali. (Ah menyaksikan mereka musyawarah diskusi ingat sodara sodara ku yang aku sayang *peluk-peluk jauh). Dan akhirnya, musyarah selesai. Sebelum saya di antar pulang. Kami makan es krim dulu, nongki nongki cantik di Mcdonal (bagi royalti ya) haha.



Oke keluarga dari Purwokerto. Thank you. Sampai ketemu lagi. Sehat sehat kalian *peluk kangen dari jauh.
Read More




Rabu, 27 September 2017

SONGGO LANGIT DAN PINUS-PINUS DI BANTUL MANGUNAN

Halo Hai.... Saya butuh semangat untuk menulis lagi setelah sekian lama tidak menyentuh huruf huruf di keybord ☻

Pada kesempatan ini saya akan menceritakan perjalanan saya dengan teman saya (Azizah namanya, saya sudah menganggap adek sendiri, ceritanya panjang sampai ketemu dengan anak pintar ini).
Saya sudah lama menempati Yogya, tapi jangan diharapkan saya tahu jalan jalan Yogya yang berliku liku. Google map lah menjadi andalan saya di Yogya. Thanks to google map ❤❤

Perjalanan kali ini adalah mengunjungi tempat paling hitz dan kece di Yogya yaitu  "Hutan Pinus" *prok prok

Apa saja yang perlu di persiapkan untuk liburan:
1. Niatkan dengan Bismillah pada hari H liburan. Biasanya liburan yang tak terencana itu yang terlaksana ☺
2. Siapkan makanan untuk dibawa pada saat liburan. Setiap tamasya saya buat rujak buah. Hahaha.
3. Sebelumnya sudah estimasi waktu perjalanan. Contohnya: Perjalanan dari rumah saya di Tirtonirmo Kasihan Bantul ke Hutan Pinus Mangunan Bantul dengan estimasi 50-60 menit. (lumayan yah. Hihi)
4. Cek perlengkapan kendaraan. Jaket, sarung tangan, helm dan paling penting adalah motor + bensin.
5. Bawa hape dengan full baterai. Anak anak hitz mah tidak akan melupakan ini

Cukup 5 list ini yang anda harus penuhi jika ingin liburan. Heheh

Langsung cek it out foto-fotonya ya☺

Hutan Pinus Mangunan

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 7.30 WIB. Awalnya rencana berangkat jam 7.00 WIB. Hehehe. Kami sampai di tempat pukul 10.00 (dengan kecepatan sedang)
Oh ya sebelum itu sarapan dulu ya. Sarapan bubur ayam di JL Imogiri Timur. Bubur ayamnya mak joss.

Hutan Pinus dan Sanggo Langit adalah wisata di daerah Mangunan Bantul yang berdekatan. Kami memutuskan untuk wisata hutan pinus terlebi dahulu. ☺☺

Taman bunga di hutan pinus
 Hutan pinus di Mangunan punya taman bunga juga lo, walaupun bunganya belum banyak. Taman ini menambah ke asrian hutan pinus. Ada tempat duduknya, jika pengunjuk kecapean dan ada rumah pohonnya juga untuk berselfi ria.

Cari koin di Pohon Pinus
Jangan lupa berfoto ala ala anak instagram biar hitz. Hoho. Pokoknya spot untuk berfoto di hutan pinus kece abis lah.

Songgo Langit
 Waktunya ke Songgo Langit. Songgo langit juga di penuhi dengan hutan pinus bedanya di Songgo Langit ada namanya rumah hobit dan ada rumah dayak lo.

Pintu untuk  melihat wisata dibawah songgo langit
 Pintu ini juga hitz banget di instagram, sebelum itu kalian bisa berfoto disini. Hehe

Jembatan Jomblo
 Ini namanya jembatan jomblo. Bukan berarti anak jomblo aja yang bisa melewati jembatan ini. Jembatan jomblo punya arti bahwa seseorang untuk melewati jembatan ini hanya satu orang. Intinya mah bebannya jangan terlalu berat.

Rumah hobit
Rumah hobit ini juga tempat kesukaan para pengunjung lo, tapi menurut saya rumah hobitnya kurang mini. Hehehe


Fotonya masih banyak kok, tapi penulis gak mau eksislah. Ini hanya gambaran saja. Nanti bisa dilihat lansung ke sana. Cukup penasarankan dengan cerita saya. Sekian dan terimakasih

Besok besok mau update lagi. Hehehe



Read More




Selasa, 21 Januari 2014

Backpaker Gunung Kidul (Pantai Ngobaran dan Ngerenahan)

Hari sabtu tanggal 13 Januari, traveler Gunung Kidul bermula dari mengembalikan jaket Gisca yang di pinjem Grace. Gue ngikut nemenin dia, sekalian pengen tahu rumah Gisca dan seberapa jauhnya Gunung Kidul dari kota Yogya. Ternyata jauh book..ya sekitar satu jam’an. Belum waktu kami nyasar. Wajar nyasar sih, dua makhluk yang tak tauh arah. Haha.

Perjalanan dimulai dari jam 9 pagi. Kami tidak langsung ke arah Gunung Kidul. Kami masih mencari rumah sakit PKU yang baru, kali aja ada lowongan kerja. Rumah sakit yang di tuju tidak kami temukan. Kami pun mulai nyasar dan menjelajahi daerah Sleman dan Bantul, akhirnya jalan pulang pun ditemukan (yee). Kami ke jalan yang benar jalan arah wonosari. Perjalanan ke arah gunung Kidul curam berliku dan banyak mobil truk. Kalau gue sendiri gue gak bakal berani. Lama banget tujuan kami. Gue berharap cepet sampai tujuan, ternyata kami sempet nyasar ke Kota Wonosari. Grace lupa rumah Gisca, dia cuma berpatokan rumah sakit di depan rumah Gisca.

Alhamdulillah sampai. Kami pun di sambut dengan empat anjing lucu punya Gisca. Dia baru selesai memandikan anjing-anjing kesayangannya. Gue yang trauma anjing (dulu sempet dikejar anjing waktu olahraga pagi) langsung naik kursi. Anjingnya Gisca, ingin berkenalan sama kami. Yah, namanya juga takut. Kami nyuekin sambutan hangat anjing-anjing itu.

 Sebenarnya kami menunggu teman-teman dari Semarang, karena mereka pulang sore kami pun berencana jalan-jalan duluan. Kami ingin pergi ke pantai. Gunung Kidul kan terkenal dengan pantai-pantai yang indah. Hari sabtu banyak para wisatawan pergi ke Pantai, kami inginkan pantai yang bagus dan masih sepi pengunjung. Keputusan pun pergi ke pantai Ngobaran. Pantai yang ada candinya dan batu-batu besar. Wah subhanaallah banget indahnya.. Pantainya kayak Bali.

Yuk kita intip foto-foto kami...

Keindahan Pantai Ngebaran
Pantai Ngobaran dihiasi batu-batu besar. Semakin membuat cantik pantai

 
Deburan ombak pantai Ngobaran
Indahnya laut yang biru



Kita turun untuk melihat batu-batu besar nan cantik
Asli cantik banget
Waktunya berfose
Cantik yaa..
Lanjut ke Pantai Ngerenehan (tapi sayangnya gak ada dokumentasinya)

Di samping pantai Ngebaran ada pantai Ngerenahan. Pantai Ngerenahan di sebut juga pantai nelayan disana tempat nelayan menangkap ikan dan banyak perahu nelayan.

Hari mulai sore kami pun pulang. Kami pulang kerumah Gisca terlebih dahulu untuk meminta foto dari hapenya. Kami pun di suguhi makan, karena perut yang lapar kami pun menerima tawarannya untuk makan. :D

Senangnya hari ini. Sabtu malam ini masih ada satu traveller lagi. Kami akan pergi ke Dieng Wosobo. Wah pasti seru banget. Ya iya dong...hehe


Perjalanan itu bisa menambah rasa syukur kita. Betapa indahnya ciptaaan yang Maha Kuasa.
Read More




Kamis, 16 Januari 2014

Backpaker Yogya Hari Kedua Part 2 (6-7 Januari 2014)

Setelah kami mengantarkan mba Putri di stasiun. Kami mulai merencakan perjalanan selanjutnya.

Gue: Mau kemana? Prambanan Yuk....
Irma: Beneran mau ke Prambanan...
Gue: Iyah..aku belum pernah kesana...Pengen..
Irma: Aku udah sih tapi waktu SD..hehe..Ayook.

Sip. Keputusan kami pergi ke Candi Prambanan. Berdua..Iya berdua..Cuma berdua..Haha
Jam menunjukkan 02.45 sore. Sebelum menuju halte trans yogya malioboro kami menyempatkan membeli es krim terlebih dahulu untuk mengganjal perut. Tepat jam 03.00 kita sudah menaiki Trans Yogya.
Obrolan di Bus..

Irma : Nii..Ini jam berapa?
Gue: Jam tiga. Emang kenapa?
Irma:  Nii..Prambanan tutup jam berapa? Perjalanan kita sekitar satu jam lo.
Gue : Oh iya maa..terus gimana..kalo kita sampek sana Prambanan udah tutup gimana. Gak lucu kan.. Haha
Irma: Aduh udah gak mikir sangkin pengennya kesana..Haha..ya sudahlah.

Sebenarnya kaki gue mulai menunjukan respon menyuruh gue untuk istirahat dan mata ini mulai meredup. Sambil nunggu satu jam yang lama, mari kita tidur.

Sampai di Halte Trans. Kami bingung dimana letak Candi Prambanan. Kebingungan kami diketahui sama bapak tukang becak. Dia menghampiri kami dan menwarkan becaknya menuju Candi Prambanan. Kami pun memutuskan menaiki becak (Harga 15 K) daripada kami jalan kaki sampai di candi, candinya tutup. Lumayan jauh sih kalau jalan kaki dengan tenaga yang berkurang 40%.

Jam menunjukkan 04.15. kami mulai khawatir “Sempet gak ya liat candi”. Akhirnya gue memutuskan menanyakan sama tukang loketnya. Alhamdulillah tutupnya jam 05.15 sore.
"Ayo nii Foto..buat bukti kamu udah pernah masuk Candi Prambanan (kata irma)"
Oke deh...Chek it out...

Selamat datang di Candi Prambanan

Ini dia saya persembahkan Candi Prambanan (hehe..katro banget gue)

Anak ilang di Candi Prambanan..Hehe

Akhirnya ada foto berdua (kita  difotoin sama anak bandung yang pacaran di Prambanan..haha)


Coba perhatikan yang gue bawa. itu helm kalau ada2 apa, kepala bisa aman (ini pas masuk Candinya)


Hasil Jepretan Irma (haha semuanya sih). Semoga kau jadi fotografi propesional ya nakk...

Pengen ke Ramayana Ballet tempat pementasan terbuka. Gak bisa kesini, soalnya mulainya jam 7 malem sih bus trans cuma sampai jam 8 malem. 
Candi-candi yang belum jadi dibangun

Hari sudah sore..Ayo kita pulang..Sampai jumpa lagi Prambanan


Selesai juga perjalanan yogya selama dua hari ini. Terimakasih banyak atas kedatangan kalian berduaaa.....akuhhh seneng banget..Lope..lope deh.. 
Read More




Rabu, 15 Januari 2014

Backpaker Yogya Hari Kedua Part 1 (6-7 Januari 2014)

Akhirnya kami sampai di rumah gue di Bantul tepatnya di Bekelan Kasihan Bantul. Jalan satu-satunya menuju rumah gue adalah naik taksi (harga sekitar 20-25 K). Kami sudah merencanakan besok mau wisata ke Xt-Square ( Foto 3D) berangkat jam 09.00 pagi dari rumah biar sampai di xt squarenya sekitar jam 10.00 pagi pas banget bukanya xt square (10.00-22.00). Sebenarnya biar mb Putri gak telat pulang ke PWTnya (Udah dibujuk biar diundur pulangnya percuma gak mempan).

Sayang tinggallah sayang, rencana tinggalah rencana (haha agak lebay dikit). Keesokaan harinya, kami beranjak dari kasur sekitar jam 9.00 pagi, belum persiapan mandi, dandan, makan dan lain-lain pastilah berangkatnya siang. Apalagi mandinya si tuan Putri lama banget *Hadeh. Rencana mau makan soto pagi-pagi untuk mengganjal perut akhirnya diganti dengan mie goreng indomie *Ya tak apa asal nikmat. Sekitar jam 10.30an kami selesai melaksanakan tugas pribadi. Tinggal menghubungi taksi untuk keluar dari persembunyian. Gue yang santai aja karena mikirnya taksi pasti mudah didapat ternyata gak sesuai dengan pemikiran gue. Sudah 5 taksi dihubungi tapi tak bisa menjembut orang-orang cantik ini alias taksinya kosong. Untuk yang ke enam kalinya nyambi berdoa mengucap bismillah. Alhamdulillah taksi setia kawan bisa menjembut kami walaupun kami menunggu si bapak taksi sampai 30 menit, karena ceritanya si taksi nyasar cari alamat rumah ini. Untung dua makhluk itu sabar menunggu :D

Akhirnya kita sampai di halte Trans Yogya (iya ceritanya biar murah kita naek trans yang cuma 3 rebu kalau pakek taksi mungkin sampai 100 rebu). Sekitar 30 menit akhirnya sampek juga di Xt-Square. Pertama kali di pikiran kami bertiga “Kok sepi” mana pintu masuknya. Setelah bertanya ke petugas keamanan *kayaknya akhirnya studio poto itu pun ditemukan. Melihat poto-poto yang terpajang di loket sedikit takjub. Waw kok bisa yah lukisan terlihat nyata..hehe *Katro.

Oke check it out liat foto-foto alay hasil jebretan kamera barunya irma

Sebenarnya harga tiketnya 25 K, mungkin kalo udah lama jadi 50 K
Di pintu masuk kita sudah di sambut dengan mas tengkorak yang jualan tiket


Ini bukti irma bisa naik motor (iya naik doang..hehe)

Ups..Mb Putri saruuuuu


Mau ikut kite terbang gak pake sapu???

Ceritanya lagi menyeberang jembatan
Akhirnya ada foto betiga..hehe
Senyum gue lebih manis dari senyum Monalisa..hehe

Irma pengen banget foto sama jerapah, akhirnya tercapai juga ya nak keinginanmu
Ini dia artis dadakan kita...ciye..ciye

Ceritanya kita memutuskan untuk minta foto sama salah satu orang yang ada disana

Sekitar satu jam keliling-keling melihat lukisan dan bernarsis ria. Kami pun menuju mushola  yang terletak di samping gedung xt-square. Tempatnya sejuk ada sedikit taman di sana kami beristirahat sejenak disana.

Moshala Xt-Square

Sekitar jam 1 an kita keluar dari Xt-square langsung menuju halte trans. Perut kami mulai berteriak untuk diisi dari pada bingung cari makan dimalioboro kami memutuskan beli makan di deket Xt-square. Makan bakar-bakaran  ya maksudnya ada lele bakar, ayam bakar, dll. Rasanya enak sih tapi sayang sambal gak pedes.

Kami menaiki trans yogya menuju  halte depan taman pintar untuk mengantar mb putri ke stasiun lempunyangan. Sampai di depan taman pintar kita menaiki satu becak betiga *yah bayangkan saja untuk berat kami bertiga tidak mencapai 50 kg. Tawar menawar dengan bapaknya akhirnya kita sepakat harga becak 15 K *Lumayan murah. Jam sudah menunjukkan jam 2 siang, ditiketnya mb putri tertulis keberangkatan kereta api jam 2.30 sore. Semoga aja gak telat.
Akhirnya sampai juga di Stasiun Lempuyangan, berpisah deh dengan mb putri. Terimakasih mb putri atas kedatangannya. See you.

Gue masih ada cerita lagi tentang perjalanan gue sama irma. Pastinya seru dan lucu..

Read More




Selasa, 14 Januari 2014

Backpaker Yogya Hari Pertama (6-7 Januari 2014)

Sudah 10 hari saya tidak menulis di blog ini. Bukan masalah saya malas menulis tapi alasannya adalah saya sibuk untuk memegang notebook. Selama 10 hari saya disibukkan dengan aktifitas travelling. I like it...

Tepatnya hari senin, gue menyambut tamu spesial yang datang jauh-jauh mengunjungi gue. Mbak Putri yang cantik  dari Purwokerto dan Temenku yang tersayang Irma dari Semarang. Selamat datang ditanah Yogya.
Sebelum mereka merencakan ke Yogya, gue mulai berpikir untuk mengajak mereka muter-muter Yogya. Tapi gue bingung pakek apa?? Tiga makhluk ini tidak bisa mengendarai motor *Kasian. Padahal Yogya tanpa Motor sulit untuk backpakeran. Okeh, itu tidak penting. Yang penting adalah kebahagiaan bersama. Oh iya ada satu jalan yaitu memakai Trans Yogya.

Pertama kali datang pastilah mb putri. Dari Purwokerto-Yogya naik kereta api  membutuhkan waktu tiga jam dengan biaya transportasi 50K untuk kereta ekonomi (udah enak kok) berangkat dari Stasiun Purwokerto mampir bentar di Stasiun Kutoarjo dan turun di Stasiun Lempuyangan. Dari Stasiun Lempuyangan kami naik becak dengan harga 10 K ke Malioboro. Perut mb Puti mulai lapar (kalau gue udah sarapan ceritanya), akhirnya kita menuju tempat jualan pecel-pecel lokasinya tepat di depan pintu masuk pasar Bringharjo. Di sana kita mulai memesan pecel yang harganya 10K, lumayan buat ganjal perut. Kalau untuk wisata kuliner di Yogya gue gak begitu tahu, Yogya terkenal dengan makanan manis dan kami tidak menyukainya.

Sambil menunggu Irma datang dari Semarang, kami berjalan-jalan dulu sekitar Malioboro (ke Miroto). Oh iya, untuk biaya transportasi dari Semarang-Yogya pakai Bus Ramayana sebelas dubelas  harganya sama Nusantara  40K membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam. Kalau mau lebih murah pakai bus ekonomi ajah hanya 24K (Ini kendaraan yang biasa gue gunaiin kalau mau ke Yogya-Semarang hehe). Berhubung si Irma butuh kenyamanan lebih enak pakai Nusantara.

Sekitar jam 12.30 akhirnya si Irma datang. Lokasi pertama yang dituju adalah menitipkan barang bawaan mereka yang banyak. (Maklum, kita langsung jalan gak pulang ke rumah soalnya kejauhan). Pentipannya pastilah ditempat swalayan Mall Ramai disanakan biasanya ada tempat penitipan barang. Sudah selesai semua barang dititipin kita menuju musola di tempat toko pakaian muslim Al-Fath (Musola disini enak banget). Sudah siang,kita mulai mencari makan (bingung lagi mau makan dimana). Makan di samping Mall Ramai. Mm... jangan coba makan disini udah mahal terus makanannya tidak begitu menggairahkan.
Selesai makan gue merencanakan mengajak mereka ke Museum Benteng Vredeburg (gue belum masuk di museum ini..Haha *Kasian). Tapi, sayang museumnya lagi nggak bukak (Kenapa ya?).Oke rencana kedua gue adalah ke Taman Pintar Yogyakarta. Ini tempat wisata yang menurut gue mencerdaskan anak bangsa. Hehe. Ini kedua kalinya gue maen disini.
Taman Pintar Yogyakarta
Kami  dengan berjalan kaki dari Malioboro menuju Taman Pintar (lumayan deket).Setelah sampai di Taman Pintar, ada tulisan di loketnya “hari senin ditutup kecuali libur nasional”. Kami pun mendadak kaget. Gue memberanikan diri ke loket untuk bertanya.
Gue: Mas, buka kan?
Mas Loket: Iya, untuk berapa orang?
Gue: Untuk 3 orang mas
Mas Loket: Mahasiswa, ya?
Gue: (menganggukkan kepala, haha. Sebenarnya kite bukan mahasiswa lagi tapi pengacara (Penganggur banyak Acara).

Akhirnya berhasil juga masuk Taman Pintar dengan harga 15 k/ orang. Di mulai pintu dengan melihat sejarah-sejarah Yogya dan disana adaa lukisan-lukisan presiden. Dari presiden Soekarno sampai Presiden SBY. Dari ke Enam Presiden tersebut, yang keliatan gagah menurut kami pak Soekarno sama pak SBY. :D

Semua yang ada di taman pinta kami telusuri kecuali bioskopnya, permain yang ada disana juga kami coba.
Alhamdulillah sepertinya Taman Pintar, tempat wisata yang mengesankan. Tapi keadaan mulai gak seru, kami ingin foto-foto di depan Taman Pintar gak bisa soalnya setelah kami turun dari gedung menuju ke lantai bawah, Yogya mulai di guyur hujan. Akhirnya kami menunggu hujan dulu sampai reda di food courtnya taman pintar . Kami makan somai (8 k/porsi) dan es krim (5 k) untuk mengisi perut menuju perjalanan selanjutnya.

Setelah ke taman pintar gue mengajak mereka ke Sekatenan (pasar rakyat) dengan keadaan Yogya yang masih hujan rintik. Ternyata mereka gak berkesan ke Sekaten soalnya becek. Akhirnya kita kembali lagi ke Mall Ramai untuk mengambil barang dan hunting kamera DSLRnya Irma.
Sesampainya di Ramai, kami mulai mencari tempat toko yang jual kamera dilantai dua, karena gue gak berbakat sebagai guide, kami muter-muter saja di sekitar lantai dua tempat jualan hape. Gue mulai inget, kayaknya tempat kamera satu lokasi dengan jualan laptop yaitu dilantai 3. Akhirnya sampai juga di tempat penjualan kamera, satu toko cukup untuk meyakinkan Irma membeli kamera yang udah lama dia inginkan.
Sebenarnya gue masih ada rencana lagi mau mengajak mereka ke Taman Lampion, karena cuaca Yogya yang mendung, akhirnya rencana kami batal.

Oh ya ada cerita lagi. Gimana nasib barang yang kami titipkan???? Haha
Mba penunggu barangnya tahu kalau kami nitipin barang bukan untuk masuk swalayan, kayaknya mbanya kesel deh..haha, mimpi apa mbaknya semalam.
Ini hari pertama yang kami lewatkan bersama di Yogya, masih ada hari kedua.

Bersambung


Read More




Sabtu, 04 Januari 2014

Teman Seperjalanan

Saya suka perjalanan. Baik perjalanan dari Yogya ke Palembang atau  pun yang deket dari Yogya ke Semarang atau sebaliknya, karena menurut gue pada saat perjalanan  kita bisa menemukan hal-hal yang baru baik dari berinteraksi dengan orang asing atau pun hanya sekedar mendengarkan pengamen nyanyi dan melihat hiruk pikuk suasana bus. Ada Positif dan negatifnya juga sih kenal orang asing...dan bisa terjadi perkenalan  negatif kalo kita mudah diperdaya (itu gueh) -_____-

Teman Seperjalanan
Banyak pengalaman yang saya petik dari  orang-orang asing. Kenapa?? Karena kita bisa jur-juran dengan keadaan tanpa orang tahu siapa nama kita, nomor hape dan alamat rumah kita, kecuali kecantol sama temen seperjalanan yah..hehe

Ada tiga cerita gue dari orang yang berbeda....Cerita yang pertama  gini...
Gue gak tahu namanya siapa, tapi  gue curi-curi pendengaran waktu kenek nyebut namanya. Namanya David (david noah, kali yah).
Lanjut.....
Kalau bus berhenti untuk makan, gue pasti keluar duluan..tujuan utamanya adalah wc, cewek gitu loh (apa hubungannya coba). Tapi, gue pasti selalu makan terakhir -_-
Ini yang kedua kalinya gue ngobrol sama mas david, simak yah...hehe, karena awalnya gue udah sempet say hello sama mas nya sebelum masuk bus (pandangan pertama gue, orangnya kayaknya sok-sok’an ).
David: Baru ngambil makan juga, yaa...
Gue: Iya mas (cengir-cengir kuda)
David: Yuk duduk disana ajah
Gue: (eh diajak....Jangan Geer)
David: Aku ke yogya mau nemuin adek di sana sekalian ada saudara nikah, anaknya paman.
Gue: Oooo (respon sedikit)
David: Aku anak kedua dari tiga saudara cowok semua, yang sekolah di Yogya adek kelahiran 1992. Kamu kelahiran tahun berapa?
Gue: Ooo 1991
David: Coba tebak aku kelahiran tahun berapa? Pastinya diatas kamu lo (senyum)
Gue: 1988, bener gak? Atau 1989?
David: Iya 1988, kalo mau nikah sama orang jawa aja, tebukti setiaa..
Gue: mm...emang orang palembang, nggak ya mas. Setia juga lo... (Kok ngomongin nikah, pantes aja deh masnya kan 1988)
David: Iya sih, tapi orang di jawa di jamin deh setianya, kali aja kamu dapetnya orang yogya.
Gue : (masnya orang jawa sih). Oh ya mas, moga aja.  Ngomong-ngomong kerja dimana mas? (buat chanel..hehe)
David: di bank mandiri kcp gumawang
Gue: Ooo,,yang deket pasar itu ya (pantesan lumayan ganteng..hehe, orang bank)
Percakapan sampai di sana karena gue udah mau masuk bus. Bus sudah mau berangkat, obrolan pun terpotong. Itu salah satu temen perjalanan rahasia gue. 

Cerita kedua teman seperjalanan. Seorang ibu dengan anaknya, dan gue belum sempet kenalan juga. Hanya sempet kenalan sama anaknya yang berumur 9 bulan, loh kok bisa (emang dia bisa ngomong). Nggak sebenarnya, ibunya yang ngenalin ke gue hehe,,nama anaknya alex.
Bus pemberhentian makan kedua, karena gue pasti selalu makan terakhir dan pastinya temen gue ngobrol ya yang terakhir makan juga. Mas David sudah duluan makan, dan obrolon kami tidak berlanjut. 
Gue: anak yang keberapa, mb?
Mb x: anak kedua, anak pertama udah masuk kelas dua sd di yogya
Gue: OO,asli yogya to mb?
Mb x: Iya asli yogya, tapi suami asli martapura.
Gue: oo Suami kerja di martapura. Mb, mau nengokin anak yah?
Mb x: Nggak, Sebenarnya mau tinggal di yogya gak betah di rumah mertua.
Gue: Kok bisa mb???
Mb x: tahu sendirilah kalo tempat mertua gimana, untungnya suami ngerti dan ngizinan saya sama anak2 hidup di yogya mau cari kontrakan disana. Mertua saya selalu minta gaji suami dan suka ikut campur urusan kami, pokoknya kalau kamu mau nikah pikir-pikir dulu deh.
Gue: Aduh, iya juga mb..mmm...nikah ya, mikir-mikir dulu deh. Kok nggak sama orang tua di yogya mb?
Mb x: ada ibu tiri di rumah. Serasa ada orang asing di rumah, gak leluasa juga. Bapak baru nikah lagi setelah kematian ibu ( Sambil muka sedih)
Gue: Iya mb, kalo gitu mending ngontrak ajah.
Mb x: iyah, nantikan suami ada alasan ngasih kiriman istri sama anaknya di yogya.
Gue: (mengganggukan kepala)

Itulah kehidupan, kita punya masalah-masalah masing, saat perjalanan dengan orang asing (tapi yang kira-kira baik) gak papa curhat unutk meluapkan isi hati. Intinya, kita bisa ngomong apa saja sama orang asing tentang masalah keluarga atau apapun, karena mereka tidak tahu kita. Nama, no hape, atau pun rumah. Yaaa,, kadang kita butuh orang yang gak kenal kita untuk  melimpahkan perasaan kita.

Cerita yang ketigaa ini gak usah diikutin yah, ntah karena aku yang bodoh, atau udah ilang pikiran atau entah gimana. Gue memberikan nomor hape sama bapak-bapak yang udah punya anak dan di tinggal istrinya. Bapaknya orang masuji. Alhamdulillah, gue sadar dan gue pergi setelah gue memberikan nomor hape gue. Singkat cerita, bapaknya sms gue.
“Er, nanti kalau udah sampek jojgya kasih alat rumahmu yah”
Dan gue bales “Insyaallah pak” (Insyaallah nggak gue kasih pak) -______-
Untuk temen-temen hati-hati ada deh, liat-liat juga orang asing yang baik dan enak di ajak ngobrol pada saat perjalanan dan selidiki dulu latar belakannya (kalo bisa).

Ini kisah gue, mungkin kalian ada kisa yang laen...see you.....>,<

Read More




Rabu, 24 April 2013

Indahnya Gunung Bromo

Sudah satu bulan yang lalu gw menjelajahi gunung bromo, tepatnya sih tanggal 22 maret 2013. Nah, kenapa gw baru posting April ini?...alasannya sih karena gw punya masalah psikologi (hehe,,,gak gitu amat deng). Iya, kadang gw merasa bersalah mengutamakan blog daripada skripsi..tapi tetep skripsi adalah masalha utama di kehidupan gw saat ini...

Udah ah, ngomongin skripsi mulu...Mari kita bercerita tentang salah satu ciptaan indah sang Maha Kuasa..

Awalnya sih gak ada niat ke Bromo, apalagi bermimpi dan bercita-cita kesana.. Karena suatu kebetulan di ajak sama saudariku tercinta dan biayanya murah meriah, gw langsung "Yaps Lets go to Bromo".... Memang benar sesuatu yang indah itu sangat-sangat harus berjuang untuk melihat keindahannya. Ternyata butuh perjuangan yang ekstra untuk melihat salah satu keindahan ciptaan Tuhan..

Langsung Lihat foto-fotonya aja yah............

Gunung bromo dan Gunung patok dari kejauhan


Kalau cerita legendanya gunung bromo sudah tahu pastikan.. Nah, katanya lagi dulu gunung bromo dan gunung patok jadi satu, satu gunung tersebut meletus dan memisah membentuk kawah. Gunung yang berkawah tersebut dikatakan gunung bromo.

Ayo lanjut cerita perjalannyanya....
Keindahan Pagi Hari di Perjalan Bromo

Nah, pertanyaannya kok bisa foto pagi-pagi padahal sekitar setengah jam lagi baru akan nyampek di bumi perkemahan??? (jawabannya simpel aja, karena kami mahasiswa yang hemat (basa kasarnya gak da duit) sehingga tidak menggunakan jeep ke sana, dengan mengusahakan travel yang dari yogya untuk naik ...Tapi sayang nya GAGAL)

Kita sudah sampai di bumi perkemahan

Kalau mau ke Bromo di usahkan bawa uang banyak biar bisa tinggal di hotel di sebelah bumi perkemahan tempat kami mendirikan tenda...tapi keseruannya yang pastinya beda banget asyik, tidur di tenda memang pas untuk menikmati alam dan sekaligus menghemat uang khususnya para mahasiswa.

Mari kita terjun dari perbukitan
Karena kami adalah penjelajah, pastinya kami tidak menggunakan fasilitas jeep tapi kami menggunakan fasilitas yang ciptakan Tuhan yaitu KAKI..hehe.. Yuks lanjut....

Gambar ini diambil dari jauh saat pagi hari, disana ada perbukitan kecil. Disanalah kami turun dari perbukitan
Ye, eksis dulu deh diatas bukit
Akhirnya kita berhasil menuruni perbukitan....



Berjalan diatas pasir menuju ke gunung bromo

Perjalanan ini sekitar 18 km dari bumi perkeman kami, perjalan dari jam 13.00 wib kira-kira sampai jam 15.00 wib di atas gunung bromo (entahlah bener gak ya perhitungannya, tapi segitulah..hehe)




Bisa juga menggunakan kuda ke gunung bromonya, kalau gak salah tarifnya Rp. 30 ribu (ini cuma numpang fose doang sama kuda hehe)



Nggak begitu mudah melihat kawah di atas gunung bromo. kita harus menaiki anak tangga yang berjumlah 245 buah (kalau temen-temen kesana coba hitung lagi ya, biar gak kerasa capek naiknya dan melatih konsentrasi)



Kawah bromo (belerangnya kecium tajam banget)



Akhirnya sampai juga, walaupun begitu lelah tapi nikmatnya mendaki kerasa banget
Kerasa capek dan nikmatnya, masih banyak banget agenda yang ingin kita lakukan. Rencananya mau ke tempat pasir berbisik, bukit teletubies, padang savana, dan melihat sun rise dipagi hari. Dari rencana yang kita harapkan hanya satu yang bisa dilakukan yaitu melihat sun rise dipagi hari. Semoga sisanya nanti bisa di nikmati dilain waktu dengan seseorang yang kita sayang (eheemm...hehehe)

Menanti sun rise di atas puncak ke dua


Sun risenya mulai nampak nih

Subhanallah, indahnya ciptaan sang Maha Kuasa...Gak begitu mudah untuk melihat sunrise, butuh 20 km kesananya. awalnya kami mau berjalan kaki kesana, tapi badan sudah terasa lelah, akhirnya kami menggunakan ojek. Setelah menggunakan ojek, gak langsung sampek cin.... harus mendaki lagi dan menaiki tangga. kalau dibayangkan sih, kerasa capek...bayanginnya keindahannya saja yah..hehe

Ini dia salah satu keindahan alam yang ingin dilihat semua orang

Akhirnya, penjelahan selesai juga      ( .>.<)  kalau mau melihat foto-foto yang lainnya ada di fb gw hehe..     see you bromo

"Saksikan petualanga-petualang selanjutnya ya"


Read More




Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML