Tampilkan postingan dengan label fiktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiktif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Kepo dan Perhatian

Sudah lama banget gak menulis topik yang ringan-ringan. Lama juga gak nulis di blog sampai ini blog sawangan (*cari dewe arti sawangan yah)...Lanjut Niii...

Oke, gue sakit hati dua kali gara-gara sudah dua orang yang mengatakan saya "Kepo banget deh" secara langsung. Padahal niatnya gue kan cuma perhatian doang dan say hello ajah...(*curhat)

Kejadian pertama, suatu hari gue pengen banget menanyakan kabar seseorang (*Apakah tanya juga KEPO), -___-

Gue: Gimana kabarnya A?
A: Alhamdulillah baek...
(udah banyak nanya, sekedar ngobrol) dan kejadian perkataan kepo pun terjadi...
Gue: Sampai mana nih perkembangan proposalnya?
A: Kepo banget deh..
Gue: -____- (sakit abis di bilang kepo)
dan akhirnya suatu hari, saya belum kapok juga menanyakan kabar si A.

Gue: A, pa kabar?? kau dimana sekarang *Kepo dikit (biar gak sakit hati dibilang peng kepo)
A: Assik di Kepoin
Gue:  (-_____-) sekarang bilang asik dikepoin (mmm>>>ada ada ajah)

Selain obrolan gue yang diatas dan ada lagi kejadian yang baru-baru ini yang gue alami dihidup gue (hehe lebay). Oke tepatnya sih kemaren di kampus.

Gue: Eh,,,,kalian lagi ngapain (*kalian = teman-teman)
Teman A: Nungguin kamuh (walaupun perkataannya dia cuma basa-basi, tapi itu buat bahagia)
Gue: aku duduk sini yah,di perpus cuma ada satu orang.. (agak gak enak sih gabung di genk orang, tapi yah posisinya gue lagi nunggu orang. dari pada gue sendiri kan mending gue gabung *Sudah dewasa boy dan harusnya kita tidak membandingkan teman-teman pergengan #Ngamong apa coba)
Gue: Oh ya,,emang kalian mau kemana??
Teman B: Kepo banget deh (*dan mukannya gak kayak orang becanda atau mungkin gue aja yang langsung kicep abis)
Gue: Bukan gitu.............(*gue bingung mau ngomong apa?) Oh ya kapan sidang? (mengalihkan perhatian dan untungnya gak dibilang kepo)

Sekarang masuk dipembahasan (hehe,,kayak soal ujian aja). Mungkin pada saat itu, mereka tidak mau memberitahu kehidupan pribadinya atau mungkin topik yang gue bahas terlalu sensitif untuk mereka atau mungkin lagi pada saat itu gue lagi kedatang tamu (gue yang sensitif saat mereka bilang gue "kepo").
Kepo dan perhatian itu beda-beda tipis teman. Coba deh, perkataannya diperhalus dikit dengan becanda. Contohnya.. (*Sok tahu banget deh Nii)
"Perhatian banget yah,,ayooo" (dengan gaya so'imah), atau "kepo ya sini aku kasih tahu"

Kepo itu enak lo. Pertanda orang perhatian sama kita atau mereka diam-diam ngefens sama kita. Nah, kalau gue membedakan istilah Kepo dan Perhatian itu kayak gini.

Kalau "KEPO" itu adalah seseorang itu pengen tahu kita, tapi tidak secara langsung dia bertanya ke kitanya "dia bisa nanya ketemen kita, melihat status di fb dan twitter, nanya tetangga, pokoknya nanya-nanya sama orang deket sekitar kita.

Sedangkan "Perhatian" (apa pun bentuknya, dari sok perhatian, sekedar say hello atau pengen tahu aja) itu adalah seseorang yang ingin tahu si orng tersebut dengan cara bertanya langsung  atau keadaan dimana pertanyaan itu langsung didapat dari si orangnya, bukan dari orang laen. misalnya, "gimana kabarmu ? kemana to, emang dengan siapa?"

Mungkin ada pendapat laen, yah monggooo...itu cuma pendapatku aja ....


Read More




Rabu, 18 Juli 2012

Bukan Cinta Rangga

Bagian 1-1 

          Cinta itu seperti angin, terkadang dia membuat kelembutan dan juga dia menunjukkan kekejamannya. Cinta itu ....., ah aku tidak bisa berkata-kata lagi tentang cinta karena itu semua belum aku rasakan. Yang aku rasakan hanyalah cinta diam-diam. Hanya 3 pertemuan yang dapat meluluhkan hatiku, jiwaku dan ragaku. Pertemuan itu tak akan terlupakan dari memoriku. Pertemuan tahun 2007, tahun 2008, dan tahun 2009. Aku berharap tak hanya sekedar 3 pertemuan. Aku inginkan pertemuan yang seterusnya dan seterusnya.
Tahun 2007
Putih abu-abu. aye. Pencarian ilmu dan pencaria prestasi. Target awal masuk sekolah. Tak ada kata cinta yang ada hanya sekolah.
Namaku Ela Rukmini. Bisa dipanggil Ela ataupun Mini. Berasal dari desa turun ke kota. hehe. Oke. Aku sudah sampai di sekolahan baruku di Bandar Lampung. Sekolah yang akan mengukir setiap prestasiku. SMA AL-KAUTSAR.




(Oh no...macet...oke erni besok lagi..berdasarkan kisah nyata di balut dengan kefiksian..sama aja artinya fiksi)

         Kata-kata diatas terlalu formal..

(Ela: )  Aku ingin menggambarkan kisah seorang wanita yang menjomblo dalam hidupnya, mencintai seorang laki-laki secara diam-diam, belum dapat memaknai arti cinta. Awal kekaguman berubah menjadi sebuah cinta apakah hanya sekedar obsesi?? dia belum mengerti. Mana mungkin hanya 3 kali pertemuan langsung membuat pikiran dan hatinya selalu memikirkan dia. Pencarian di jaringan sosial fb, twitter dan yh menjadi acuan untuk melihat kebiasaan si dia. sampai 10 email dia kirim ke alamat emailnya tanpa nama. Sebuah curhatan, walaupun itu semua tak ada balasannya. Andaikan namanya Cinta.

(Rangga). Berasal dari Kota Bndar Lampung. Laki-laki yang sangat supel, pintar dan membuat semua orang kagum dengannya. Banyak yang mengejar cintanya secara langsung. tapi dia tak percaya cinta. Dia hanya terobsesi menjadi seorang dokter dan penulis terkenal.

(Anggit). Seorang laki-laki kritis dan sangat dingin. Berasal dari medan dan cita-citanya menjdai pengacara.

(Ah mentok lagi).




Read More




Sabtu, 11 Juni 2011

Obrolan Tuan dan Kaki


"Tuanku, apakah anda tidak merasakan diriku sakit. setelah tuan berjalan begitu jauh". Keluh Aki ( nama sebenarnya kaki).
"Aku tahu Aki, apakah kamu tidak bisa bersabar dikit". Jawab tuan kesal.
kaki kembali, diam. dia tidak berani lagi untuk protes, kemana lagi mereka akan pergi. tuanpun merasa menyesal seharusnya dia tidak setega ini. tuan juga ingin beristirahat sama halnya dengan kaki.
"kita akan pergi, ke tempat istirahat. sebentar lagi". kata Tuan menghibur kaki.
"Tapi.....". Kaki tidak melanjutkan kata-katanya.
perjalanan mereka hampir satu jam dari tempat sebuah Festifal Japanes, warung makan. dan entah lagi mau kemana. Mereka berjalan lagi. mungkin wajar Kaki protes sama Tuan, dia butuh istirahat. tapi dia juga tak ingin egois pasti tuan lebih capek dari pada dia. capek hati karena baru saja di tolak cewek, capek pikiran karna buntu alias tidak ada uang di tambah lagi di festifal ketika dia melihat cewek yang dia tembak berjalan dengan laki-laki lain dan juga warung makannya pun tak terlalu memuaskan.
dia tidak harus egois ingin cepat-cepat sampai ke rumah dan beristirahat di temani dengan teman yang paling enak yaitu Sur ( Alias Kasur).

Tuan berhenti di sebuah masjid ketika itu azan zuhur baru saja terdengar. tuan melepaskan sendalnya menuju tempat wudu. saat itu juga Kaki berkata.
"Tuan ini juga salah satu yang aku inginkan". dengan berseri-seri (mungkin kaki kalo ada muka sudah berseri-seri). Tuan tersenyum mendengar kata-kata kaki.
"Air wudu ini membuat aku sejuk dan melangkah pun akan kuat". Kembali kaki pun berkata (mungkin saking senangnya dia).
"Ia Aki, aku tahu. kamu butuh ini dan aku juga butuh ketenangan". Kata tuan menimpali kata-kata kaki.

(andai kaki bisa bicara, mungkin dia capek sekali menemani kita pergi. dia juga butuh sesuatu yaitu istirahat. tapi ingat juga kaki jangan dimanja (kalo dimanja bisa gak produktif/malas)
Read More




Jumat, 10 Juni 2011

Tongkat Sapu

Dia memandang tongkat sapu di pojokan gedung. Tongkat sapu itu telah menghancurkan hidupnya dan juga telah memberikan kehidupan baginya. Gedung yang mewah, dimana anak-anak orang kaya di sekolahkan di gedung bertingkat itu. Anak-anak yang kurang sopan terhadap dirinya . sering kali dia di remein menimbulkan sakit hati di dadanya. Setiap harinya dia di temani tongkat sapu walaupun dia membencinya tapi dia tidak bisa melepasnya dari kehidupan yang ada. Tongkat sapu menemaninya untuk membersihkan gedung SMA Raya. Anak-anak yang tahunya hanya makan tanpa peduli membuang sampah pada tempatnya. Karena mungkin mereka berpikir ada dua sahabat yang akan membersihkannya. Si tongkat sapu dan bapak tua yang umurnya sudah 60 tahun. Hatinya terhibur jika hari senin mulai tiba. Pada waktu upacar bendera anak-anak sering menyanyikan lagu wajib nasional indonesia pusaka, lagu favoritnya bapak tua. Esok harinya yang di tunggu bapak tua, dia berangkat pagi dari rumahnya yang reyot. Di buat dari kardus-kardus, sering kali wilayah yang dia tempati di gusur. Walaupun dia mendapatkan gaji setiap bulan tapi dia belum bisa membayar kontrakan yang layak huni. Masih banyak alasan kenapa dia belum memakai uang gajinya. Ini semua ada kaitannya dengan tongkat sapu.

Indonesia tanah air beta
Pusaka nan abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Di buai di besarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Bapak tua menangis mendengar lagu itu. Dia lalu pergi menemui si tongkat sapu. Hari-harinya yang selalu dengan si tongkat sapu. Kadang dia marah dengan tongkat sapu di bantingnya tongkat sapu itu. Kadang dia mengelus si tongkat kayu dengan lembut. Pagi ini dia kelihatan ceria. Si tongkat sapu di bersihkan dan di elus-elus.
“Hari ini adalah gajiku, aku berterimakasih ke padamu. Aku akan mengumpulkan uang, isriku akan kembali kepadaku”. Katanya dengan tersenyum. Dia melewati koridor gedung ke kantor atas untuk menerima gajinya.
“Permisi , pak saya mau mengambil gaji”.
“Oh ya pak burhan, terima kasih ini gaji anda”. Kata atasannya dengan tersenyum ramah membuat bapak tua nyaman. Hari yang membuatnya bahagia, uang yang sudah dia kumpulkan selama dua tahun mencapai satu juta. Dia tak ingin istrinya menjadi pembantu disana. Istrinya sudah tua juga. Dia ingin istrinya dan dia bisa menikmati hari tua dengan indah. Gara-gara tongkat sapu dia di tinggal istrinya. Coba kalau dia tidak bersahabat dengan tongkat sapu, tidak akan seperti ini. Tapi hari ini juga tongkat sapu akan menyatukan dia dengan istrinya. Sepulang dari sekolahan bapak tua mendatangi rumah mewah itu. Istrinya pasti betah di sini. Tidak akan takut untuk di gusur. Andai saja dia mempunyai keturunan istrinya tidak akan meniggalkannya sendiri.

Dan hari ini adalah waktunya.

Dia memasuki rumah itu, di lihatnya wanita sebaya dengan dia sedang menyiram bunga. Bapak tua berdehem, wanita itu melihatnya den terkejut.
“Bapak, kenapa disini?” Tanya wanita itu kaget.
“Pulanglah, aku ingin kamu pulang”. Kata bapak dengantersenyum.
“kita akan punya kontrakan yang bagus, dan...”.
“Sudah lah pak, aku tidak mau”. Potong wanita itu lagi. Bapak tua itu kaget, selama dua tahun dia bekerja keras untuk mendapatkan uang agar istrinya kembali apa gara-gara tongkat kayu istrinya tidak mau kembali.
“Bapak lanjutkan saja pekejaan bapak”.
Bapak tua tidak ada kata-kata lagi untuk bertanya kenapa. Dia diam dan pergi. Hidupnya akan terus bersama tongkat sapu. Tongkat sapu yang memahaminya.

(Belajar Sebuah keikhlasan, postingan lama bisa diliat di kompasiana dan note Fb)
Read More




Kamis, 09 Juni 2011

Kisah Si Kecil Pepe


“Wedan ni orang mau membuat hidupku dimana”.

Husss….husss… angin lembut membawa tubuhnya kemana-mana. Mungkin dia sudah pusing diatas pohon.

“Ais…Aiss… wadau cakit nih”. Katanya lagi. Sekarang dia bukan diatas pohon tapi sudah di jalan. Tepatnya di zebra cross. Masih dengan rintihan kesakitan.

“Ik…..”. Tersedak dengan tendangan seseorang.

Namanya adalah Pepe. Bagian dari permen lolipop, makanan yang disukai anak-anak tapi dia dibenci sama kita. Benar. Itulah dia si bungkus permen lolipop.

Tiba-tiba Pepe merasa tubuhnya di angkat seseorang. Dia merasa bahagia.

“Wah hidupku bakal berakhir bahagia”. Katanya pelan. Pikiran pepe salah tentang ini.

“Eeeee….. gawat, byurrrr”. Tubuhnya basah semua. Pepe menghela nafas dalam. Dia merasa bersalah dengan sungai, dia merasa mengotori sungai, kalau sungai semakin banyak teman-temannya, pasti di sukai nyamuk.

“Oh no… Piyane (Maaf)”. Si Pepe mungkin berasal dari korea.

“Kenapa kamu bersedih Pe?” Tanya sungai sepanjang arus perjalanan Pepe.

“Kalian pasti bakal di penuhi dengan teman-temanku yang lain”. Jawab Pepe.

“Bagus dong, kamu bakal ada teman”. Balas sungai.

“Tapi kalian nanti kotor”. Sungai sedih dengan perkataan Pepe.

“Nanti nyamuk pada suka dengan kalian”. Lanjutnya sedih.

“Bagus dong, nanti kamu tambah rame temennya”. Balas sungai mulai menyunggingkan senyumnya.

“Iya ya, kenapa aku harus sedih”. Pikir Pepe.

“Aku tahu kamu sedih kenpa. Kamu takut nanti manusia mendapatkan dampak negative dari kamu, aku dan sungai. Kamu terlalu baik Pepe, sedangkan manusia tidak memikirkan kita”. Kata sungai dengan kata-kata bijaknya

“Iya, aku ingin membuat semuanya bahagia, dan aku ingin bersama-sama temanku di tempat tong sampah yang besar, terus di bakar. Apalagi aku akan bahagia jika aku bisa dimanfaatkan manusia”. Senyum pepe mulai mengembang.

“Waw, itu teman-temanku, apakah aku akan berhenti dari perjalanku disini?, terimakasih sungai engkau telah mengantarkan aku sama teman-temanku. Tapi maaf membuta tubuhmu kotor gara-gara kami”.

Pepe mendapat sambutan dari teman-temannya. Apakah akhir cerita pepe disini?. Pepe asyik cerita dengan teman-temanya, tiba-tiba ada sendok raksasa yang mengangkat tubuh mereka semua.

“Wahhh…oooo…no…no”.

Sesaat setelah mereka semua diangkat dari sumbatan sungai, sekarang mereka sudah didalam truk yang besar. Pepe sangat senang sekali dia berada di truk bersama teman-temannya, tapi dia masih bingung nanti mereka akan dibawa kemana. Truk berjalan berlahan-lahan dan melaju dengan kecepatan sedang. Truk berhenti. Apa yang akan terjadi?. Pepe dan teman-teman langsung di keluarkan dari truk. Pepe makin senang. Dia akan berakhir dengan normal.

Tiba-tiba manusia berbaju hitam itu mengeluarkan korek api dan minyak tanah untuk membakar mereka.

“Hore-hore, Api”.

Pepe dan teman-teman akhirnya berakhir dengan bahagia.


(Berusaha membuang sampah pada tempatnya, jangan membuat mereka bersedih..hiks..hiks)



Read More




Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML